<

Kamis, 20 November 2008

BER DEMO KRASI

Akhir2 ini banyak kita mendengar dan melihat berita serta peristiwa2 yang tidak patut di contoh oleh generasi muda dan anak2 kita..ditambah lagi banyaknya dampak negatif yang ditimbulkan akibat ulah dari sebagian manusia dimuka bumi ini khususnya di Indonesia yang akhirnya membuat kita susah sendiri dan akhirnya pula saling menyalahkan satu sama lain..kalau saja semua orang mau berfikir jernih dan bertanggung jawab secara moral serta saling menghormati dan menghargai berdasarkan hukum yang berlaku akan betapa indah dan tentramnya hidup ini.Memang bagus kalau semua orang merasa bertanggung jawab layaknya WNI yang baik..hal ini akan dapat membangun negara dan bangsa ini kearah yang lebih baik, namun kadang sikap dan perilaku dalam penyampaian aspirasi sering kali dilakukan secara berlebihan bahkan cendrung kearah anarkhis yang sering mengganggu ketertiban umum, menggangu masyarakat lainnya dan merusak fasilitas umum.

Kalau sikap dan perilaku seperti ini terjadi saat era 1998 sd 2002 atau 2004 mungkin masih banyak orang berpendapat "Namanya aja baru merdeka berdemokrasi" atau "yah,,maklumnya masih belajar berdemokrasi",,atau "Yah wajar saja kan selama ini kita semua dikekang kebebesan berdemokrasi selama pemerintahan orde baru" dsb nya..tapi sekarang coba pikir..ini sudah tahun berapa? masak masih saja sikap dan perilaku pendemo masih seperti dulu bahkan ada dibeberapa daerah diluar jawa yang tiada hari tanpa demo anarkhis...Semua orang ingin tentram, ingin damai, ingin sejahtera dan ingin aman tanpa rasa takut dan gelisah..Banyak orang para pemikir / akademisi / politikus yang justru mendukung keras aksi2 yang tidak simpatik ini..memang aneh bin ajaib..tanggapan memang beragam tapi pada intinya tetap setuju!

Akhirnya dukungan terhadap aksi2 anarkhis ini masih saja terjadi seolah2 menjadi alasan pembenar bagi para pendemo..segelintir rakyat Indonesia menurut saya mengadopsi penuh system dan kehidupan demokrasi dari luar negeri tanpa menyaring terlebih dahulu..harusnya dipilah mana yang cocok dg budaya dan karakteristik bangsa Indonesia..akhirnya banyak orang yang kehilangan prinsip Indonesia nya! dan cenderung menggunakan prinsip negara2 barat era tahun 60 an! kasihan amat..Indonesia memiliki kultur dan budaya yang sangat kaya dan beragam, kalau saja pejabatnya, rakyatnya benar2 menghayati butir2 yang ada di Pancasila maka semua akan berjalan dengan baik..semoga saja negara dan bangsa ini menjadi besar dan kuat dan semoga juga semuanya cepat sadarkan diri bangun dari pingsan yang panjang dan merugikan ini..amiin

Tidak ada komentar: